2
Setelah memilih akan melanjutkan studi ke jenis perguruan tinggi dan bidang studi apa yang dipilih, langkah selanjutnya adalah proses aplikasi atau lamaran studi. Termasuk mengenai persyaratan dan kelengkapan yang harus dipenuhi. Untuk melamar studi di Jerman, persyaratannya bervariasi tergantung kondisi kita masing-masing apakah lulusan SMU, atau S1 atau S2 dan akan melanjutkan studi ke jenjang Diplom atau Master atau Doktor. Pada bab ini akan dibahas lengkap mengenai seluk beluk proses aplikasi yang beragam tersebut.

Sebelumnya telah disebutkan tentang adanya perbedaan sistem pendidikan Jerman dan Indonesia yang memberikan konsekuensi berupa penyetaraan. Proses penyetaraan menyebabkan perlakuan atau persyaratan masuk perguruan tinggi menjadi bervariasi. Pada dasarnya untuk masuk perguruan tinggi di Jerman kita harus melamar ke perguruan tinggi atau lembaga pelajar internasional (Akademisches Auslandsamt) untuk mendapatkan surat bukti ijin studi/Zulassung, sedangkan proses selanjutnya akan bergantung pada proses penyetaraan.



Bagi Lulusan SMU

Lulusan SMU Indonesia tidak disamakan dengan lulusan SMU Jerman (Gymnasium). Lulusan SMU Indonesia membutuhkan total waktu 12 tahun dari pendidikan dasar, menengah hingga atas. Sedangkan lulusan SMU Jerman menghabiskan waktu 13 tahun sampai dengan ujian akhir Gymnasium atau Abitur sebagai sertifikasi ijin melanjutkan ke perguruan tinggi. Penyetaraan ditentukan oleh Kementrian Pendidikan masing-masing negara bagian, namun untuk lulusan SMU Indonesia umumnya persyaratan yang harus dilalui relatif seragam.

Persyaratan masuk perguruan tinggi bagi lulusan SMU ini adalah:
1. Lulus ujian penerimaan (Aufnahmeprüfung) untuk masuk Studienkolleg (Sekolah pra Perguruan Tinggi) selama 1 tahun.
2. Lulus ujian penyetaraan untuk calon mahasiswa asing (Prüfung zur Feststellung der Eignung Ausländischer Studienbewerber atau Feststlelungprüfung) yang ditempuh di akhir program Studienkolleg.

Tahapan yang harus dilakukan lulusan SMU Indoneisa untuk melanjutkan studi di Jerman adalah sebagai berikut:

1. Melamar studi di perguruan tinggi yang diminati untuk mendapatkan tanda bukti ijin studi /Zulassung.
2. Dengan Zulassung tersebut calon mahasiswa berhak mengikuti ujian AufnahmePrüfung untuk masuk ke Studienkolleg
3. Setelah lulus Aufnahmeprüfung, calon mahasiswa mengikuti Studienkolleg selama 1 tahun. Informasi lengkap mengenai Studienkolleg ini dapat dilihat pada bagian lain.
4. Di akhir Studienkolleg diadakan Feststellungprüfung yang disusun berdasarkan mata kuliah selama Studienkolleg dalam bahasa Jerman.

Bagi lulusan SMU Indonesia yang lulus tahapan ini maka berhak untuk masuk ke perguruan tinggi di Jerman.

Bagi Lulusan D3 atau D4

Penyetaraan bagi lulusan D3 Indonesia juga dilakukan oleh Kementrian Pendidikan pada masingmasing negara bagian di Jerman. Perlakuan yang didapat kadang sangat bervariasi, sehingga seringkali orang mengatakan tergantung keberuntungan, akan tetapi tetap terdapat prosedur standar. Bagi lulusan D3 yang ingin mengambil studi dengan bidang yang berbeda, maka persyaratan yang berlaku sama dengan persyaratan bagi lulusan SMU.

Sedangkan bagi yang ingin mengambil bidang studi yang sama, maka dapat terjadi dua kemungkinan, yakni

1. Tidak diakui sehingga harus mengalami persyaratan sama dengan lulusan SMU
2. Diakui. Calon mahasiswa dapat segera studi di perguruan tinggi sesuai dengan tingkat pernyetaraan atau pengakuan/Anerkennung yang menentukan pada semester berapa memulai kuliah. Selain itu calon mahasiswa harus mengikuti ujian bahasa Jerman untuk calon mahasiswa asing/DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulen)

Bagi Lulusan S1

Penyetaraan bagi lulusan S1 lebih menguntungkan. Lulusan S1 tidak perlu mengikuti Studienkolleg ataupun Feststellungsprüfung untuk masuk ke perguruan tinggi, baik bidang studi yang akan diambil sama atau berbeda dengan bidang sebelumnya.

Bagi lulusan S1 yang ingin mengambil:

1. program Diplom dengan jurusan yang berbeda dengan sebelumnya. Dengan Zulassung yang didapatkan, berhak mengikuti kuliah pada Universitas dimana lamaran studi dilayangkan.

2.program Diplom Universitas dengan jurusan yang sama dengan sebelumnya. Akan terjadi
pengakuan mata kuliah yang sudah pernah diambil sebelumnya sehingga tidak harus mengikuti kuliah dari semester awal. Pilihan kedua program tsb dengan syarat umum bahwa kita harus lulus ujian DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulen). Calon mahasiswa masih harus mengikuti kelas bahasa untuk persiapan ujian DSH. Untuk memasuki kelas bahasa ini calon mahasiswa melewati semacam ujian Kenntnisprüfung. Syarat ujian DSH ini tidak berlaku atau dibebaskan bagi pemegang sertifikat ‚Sprachdiplom der Kulturminister-konferenz stufe II‘, Zentrale Oberstufeprüfung (ZOP), Großes Sprchdiplom‘ atau Kleines Sprachdiplom‘ dari Goethe Institut.

3.Program Master Internasional. Harus memenuhi persyaratan yang berlaku seperti nilai TOEFL yang memadai. Setelah mendapatkan Zulassung kita berhak mengikuti langsung program master ini. Pada beberapa Universitas terdapat ujian khusus misalnya seperti wawancara untuk menentukan diterimanya atau tidak kita di program tsb. Zulassung yang kita dapatkan dalam hal ini bernilai sebagai surat bukti untuk mengikuti ujian itu.

Bagi Lulusan S2 yang Lanjut ke Program Doktor

Program doktor di Jerman berbeda dengan di negara lain, di sini semuanya bergantung pada wali atau Profesor. Untuk melamar program doktor kita harus mendapat Profesor yang bersedia menjadi penanggungjawab dan wali/Betreuer. Tanpa seorang Professor sebagai Betreuer maka mustahil untuk melakukan program doktor.

Lulusan S2 dari perguruan tinggi di luar Jerman termasuk dari Indonesia banyak yang harus mengalami penyetaraan yang tidak mengenakkan agar bisa lanjut ke program doktor. Ini terjadi pada beberapa Universitas. Penyetaraan itu dapat berupa ujian terhadap beberapa mata kuliah dengan tambahan persyaratan nilai minimum tertentu. Terkadang bagi yang beruntung tidak perlu mengikuti tahapan yang merepotkan begitu. Semua tahapan itu ditentukan oleh Professor pembimbing juga Badan Ujian Perguruan Tinggi (Prüfungsamt).

Ujian DSH juga kadang disyaratkan bagi mereka lulusan luar Jerman ketika akan melanjutkan ke program doktor di Jerman.

Share this post!

  • Technorati
  • Google
  • Tweet this
  • Tweet this
  • Tweet this

2 comments:

metta said...

hallo, saya mo bertanya, saya lulusan SMA, dan ingin menjadi partner schule ato sejenisnya di salah satu sekolah gymnasium di jerman. apa saja ya syarat2 nya ?

gambar said...

hallo..saya Ami mahasiswa semester 2 jurusan Pendidikan Bahasa Jerman di Yogyakarta. Saya ingin menanyakan kira-kira buku yang seperti apa dan karangan siapa yang bagus untuk dijadikan sebagai pedoman belajar untuk mahasiswa setingkat saya. Ini alamat email saya choco_muaniez@yahoo.com,trima kasih...

Post a Comment