0
Aturan berpakaian di Jerman tidak sekaku di Indonesia. Kita bisa memakai apa saja yang kita mau dan suka selama pakaian itu bersih dan tidak robek atau bolong. Pegawai-pegawai di Jerman seperti pegawai bank atau pegawai isntasi pemerintah Jerman sendiri biasa menggunakan celana Jeans dan tshirt ke kantor. Kecuali tentunya untuk acara resmi, yang mengharuskan pakaian resmi dan sopan.

Berpakaian di Jerman juga harus disesuaikan dengan musim. Musim panas tidak jauh berbeda dengan keseharian kita di Indonesia, kecuali mungkin perlu ditambah dengan kelengkapan topi dan kacamata hitam. Matahari pada musim panas sangat menyilaukan, dan demi alasan kesehatan dan kenyamanan, sebaiknya anda mempersiapkannya untuk musim panas.


Musim semi (sekitar Maret – Juni) dan gugur (sekitar September akhir – November), walaupun tidak ada salju dan suhu udara agak nyaman, kadang kala masih dibutuhkan jaket yang tidak terlalu tebal. Angin pada kedua musim ini terutama musim gugur sangat kencang bertiup.

Pada musim dingin (November akhir – Februari) selain mantel dan jaket, kita juga membutuhkan sarung tangan, syal dan topi hangat. Suhu minus selain membuat dingin beku tangan, juga akan membuat kita mudah jatuh sakit jika tidak menggunakan pakaian hangat selengkapnya. Sebaiknya kita memakai pakaian yang tepat untuk musimnya sesuai dengan ketahanan tubuh. Walaupun memakai baju berlapis-lapis sampai tebalmembuat kita terlihat tambah beberapa kilo berat badan. Pakailah yang semestinya demi alasan kesehatan. Karena memang ada beberapa orang yang agak tahan dingin, sehingga pada musim dingin tidak mengenakan sarung tangan atau syal.

Share this post!

  • Technorati
  • Google
  • Tweet this
  • Tweet this
  • Tweet this

No comments:

Post a Comment